EkoBiz

EkoBiz

MediaMU.COM

May 24, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

BPRS Bangun Drajat Warga Tetap Positif di Masa Pandemi

YOGYAKARTA — Komisaris Utama PT BPRS Bangun Drajat Warga (BDW), Gita Danu Pranata, S.E., M.M., mengharapkan, Bank Perkreditan Rakyat Syari’ah (BPRS) dapat semakin maju dan jaya. Selain itu, BPRS diharapkan mampu berkontribusi nyata untuk pengembangan ekonomi umat. Harapan tersebut disampaikan kepada mediamu.com terkait milad BPRS Indonesia yang jatuh tanggal 17 Ramadhan 1442 H, Kamis 29 April 2021.

“Selaku Komisaris Utama PT BPRS Bangun Drajat Warga saya mengucapkan selamat milad kepada BPRS Indonesia,” katanya.

BPRS BDW adalah amal usaha milik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, sedangkan Gita Danu Pranata adalah Ketua PWM DIY. Milad atau hari ulang tahun menggunakan penanggalan hijriyah, yakni 17 Ramadhan. Jika dihitung menggunakan kalender miladiyah, tahun ini BPRS Indonesia berumur 29 tahun. Diawali tahun 1992 oleh beberapa BPRS, tapi sebagian di antaranya kini sudah tidak operasional.

Di DIY terdapat 12 BPRS, tapi dalam koordinasinya menjadi 13 karena ditambah satu (1) dari Muntilan (Kabupaten Magelang, Jateng) yang secara operasional dan koordinasi lebih dekat dengan DIY. Sedangkan jumlah BPR konvensional di DIY ada 54.

BDW adalah satu-satunya BPRS di DIY yang dimiliki persyarikatan Muhammadiyah, tapi ada beberapa lainnya yang dikelola atau dimiliki aktivis Muhammadiyah.

Sementara itu Direktur Utama BPRS BDW, Dana Suswati, S.E. menjelaskan bahwa saat ini pertumbuhan bank yang dipimpinnya mencapai 15-20 persen. “Meski masa pandemi, trendnya positif,” katanya kepada mediamu.com.

Ia mengakui, pada masa pandemi sekarang margin mengalami penurunan sampai 25 persen. Dampak ekonomi terasa sekali, misalnya dengan adanya nasabah yang kesulitan mengembalikan pinjaman. Manajemen kemudian mengambil kebijakan dengan memberikan grace period atau penundaan waktu pembayaran hingga enam (6) bulan.

“Kebijaksanaan itu memang harus kita lakukan karena terjadi persoalan serius ekonomi masyarakat, termasuk nasabah kami. Sampai sekarang masih ada nasabah yang kesulitan melakukan pembayaran,” kata Dana.

Tentang dampak pandemi terhadap BDW sendiri, Dana hanya memberi contoh, awalnya (tahun 2020) seperti kesulitan ketika membayar THR kepada karyawan, tapi ternyata bisa diatasi. “Karyawan tetap bisa menerima THR. Meski ada persoalan di nasabah, alhamdulillah tetap ada jalan keluar dari pos berbeda,” katanya.

Jumlah masyarakat yang mempercayakan menabung di BDW saat ini mencapai angka 10.000, sedangkan nasabah pembiayaan 1.000-an. (hr)

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here