EkoBiz

EkoBiz

MediaMU.COM

Apr 24, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Satu Tahun JSM Morning Talk, Membentuk Saudagar yang Tangguh

Oleh: Taufik Ridwan

Andaikan tidak ada Pandemi Covid-19, belum tentu aktivitas berbasis online dapat dilakukan secara masif. Sehingga, kalimat ini menjadi terasa tepat “Untung ada Pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan kita tambah kreatif, khususnya dalam bisnis dan mengkaji ilmu.”

Media online zoom menjadi sesuatu yang memberi makna dalam proses belajar bisa menjadi lebih efektif. Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) DIY merasakan bersyukur akhirnya mendapatkan lompatan besar dalam belajar ilmu bisnis lewat banyak ahli, melalui zoom.

Tanggal 7 Juli 2022 adalah hari spesial bagi JSM DIY, kami mengawali berbagi ilmu dan “meguru” kepada para ahli dan praktisi lewat Zoom. Bagi pengusaha belajar itu adalah amati, tiru, dan modifikasi. Maka setiap Rabu pukul 06.00-08.00 serasa menjadi harinya JSM untuk saling berbagi cinta, menyapa dan saling bercerita bagaimana bahagianya berwiraswasta, walau ada sedikit yang menyampaikan duka, atau persisnya mengeluh.

Perusahaan digital creative I-Frame milik Mas Zulfi menjadi partner setia bagaimana kita menikmati kemajuan teknologi.

Bukan karena apa, kalau setiap Pabu pagi saya dan Mbak Nur Aisyiyah Haifani “terpaksa” mau bercuap-cuap membuka dan menyapa para peserta dari penjuru dunia. ada yang dari Sidoarjo, Lamongan, Surabaya, Bangka, Jakarta, Bandung, Wates, Kotagede, Kasihan Bantul, dan bahkan dari Macedonia, Hongkong, Taiwan, dan Sudan.

Sungguh karena semangat mereka merekalah yang menjadikan event sederhana JSM Morning Talks hadir menyapa setiap Rabu pagi.

Narasumber senior HD Iriyanto yang selalu hadir bersama Bunda Yunda juga menjadi cambuk kami untuk semangat berbagi ilmu dan pengalaman.

Berbagi berita kebaikan dan kadang dengan lugu menyampaikan kesulitan-kesulitan bisnis di saat pandemi melanda.

Untung ada pandemi, sehingga karena banyak aturan yang seolah membatasi, justru kami lawan keterbatasan itu dengan semangat kolaborasi dan sinergi.

Persoalan narasumber, sungguh menarik untuk dikupas, kenapa? Di saat pandemi, banyak orang berakrab ria dengan zoominar dan aktivitas lain yang memerlukan bantuan teknologi. Karenanya dalam mencari narasumber yang handal lebih dimudahkan dan praktis. Pokoknya nggak ribet, terlebih para narsum benar-benar ingin bersedekah ilmu dan pengalaman bisnis tanpa embel-embel berharap bayaran.

Sedekah ilmu dan pengalaman bisnis adalah gerakan dalam menyemai sejuta pengusaha baru dari kalangan Muhammadiyah dan ortom. Ciri pengusaha atau saudagar Muhammadiyah adalah tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman. Tidak takut kesuksesannya ditiru orang. Tidak pelit berbagi pengalaman dan bahkan bersedia menjadi jembatan menuju kesuksesan orang lain. Saudagar Muhammadiyah justru merasa tidak sukses ketika dia sendirian melenggang menjadi pengusaha juara. Semua orang harus sukses sebagaimana dirinya.

Narasumber JSM Morning Talk yang mencapai jumlah peserta terbanyak sampai ratusan adalah ketika Mas Saptuari Sugiarto membahas bisnis tanpa utang.

Persoalan utang dalam bisnis menjadi bahan menarik didiskusikan. Ada yang menyampaikan kita boleh berutang ke bank atau lembaga keuangan ketika benar-benar dipakai untuk pengembangan bisnis dan usaha, bukan untuk kebutuhan konsumsi sekunder. Sungguh menyedihkan ketika seorang pengusaha Muhammadiyah bangkrut dan gulung tikar usahanya karena utang dan riba.

Kita saling mendo’akan agar tidak terjerat utang dan riba yang berkepanjangan. Utang segera diikhtiarkan dan dido’akan segera lunas dan kapok berutang.

Narasumber JSM morning Talk juga memberi solusi bagaimana bermuamalah sesuai Fiqh Muhammadiyah. Perdagangan yang diridhoi Allah Subhanahu wata’alaa yang selalu berkah, bermanfaat untuk umat dan kemajuan setiap diri yang ingin berjaya dunia dan akhirat.

Seratus episode lebih JSM DIY membersamai para pengusaha dan calon pengusaha tangguh, yang diharapkan menjadi sosok “saudagar, yaitu pengusaha pemberani dan banyak akal. Saling berbagi dan memberi sedekah ilmu. Kita tidak mungkin mengubah arah angin, kata tokoh di balik suksesnya Suara Muhammadiyah, Deni Asy’ari, tapi kita harus berani mengubah arah layar. Maknanya apa? Terus ikuti episode menuju ratusan lainnya JSM Morning Talks yang memberi makna berkemajuan di Rabu pagi. (*)


*) Taufik Ridwan adalah Ketua Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) DIY.

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here