<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>MediaMU.COM &amp; Bisnis</title>
        <link>https://ekobiz.mediamu.com/bisnisrss/category/bisnis</link>
        <description>MediaMU.COM &amp; Title: Bisnis</description>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:rights>Jl. Gedongkuning No.130 B, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171</dc:rights>
                                                    <item>
                    <title>Need, Want, dan Expectation Sebagai Solusi untuk UMKM</title>
                    <link>https://ekobiz.mediamu.com/need-want-dan-expectation-sebagai-solusi-untuk-umkm</link>
                    <guid>https://ekobiz.mediamu.com/need-want-dan-expectation-sebagai-solusi-untuk-umkm</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA &ndash; UMKM terkadang masih tersendat dan kurang dapat berkembang, ini karena mereka berjalan sendiri-sendiri. Kata Rika Fatimah, Dosen FEB UGM sekaligus penggagas G2R Tetrapreneur, saat memaparkan materinya di acara Training of Trainer (ToT) Pendamping UMKM pada Selasa (7/11). Lebih lanjut, ia menilai akan lebih efisien apabila UMKM tersebut dikompakkan atau diseragamkan sehingga membentuk ciri khas dari UMKM itu sendiri.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYA</strong> &ndash; UMKM terkadang masih tersendat dan kurang dapat berkembang, ini karena mereka berjalan sendiri-sendiri. Kata Rika Fatimah, Dosen FEB UGM sekaligus penggagas G2R Tetrapreneur, saat memaparkan materinya di acara Training of Trainer (ToT) Pendamping UMKM pada Selasa (7/11). Lebih lanjut, ia menilai akan lebih efisien apabila UMKM tersebut dikompakkan atau diseragamkan sehingga membentuk ciri khas dari UMKM itu sendiri.</p>
<p>Acara ToT Pendamping UMKM sendiri merupakan program kerja Lembaga Pendamping (LP) UMKM PWM DIY. Diselenggarakan perdana di Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), acara ini menggandeng Global Gotong Royong (G2R) DIY. Begitu seperti yang dilaporkan Farid Ma&rsquo;ruf selaku ketua LP UMKM PWM DIY dalam sambutannya.</p>
<p>Hadir dalam acara ini sembilan belas peserta dari LP UMKM tingkat wilayah dan daerah se-Yogyakarta, LPCR PM PWM DIY, dan Lazismu DIY.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/11654b4f93e7f5c.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="91332" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 08 Nov 2023 09:08:15 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        lp umkm diy,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                solusi,
                                                                                                                                                                umkm                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Dukung Perkembangan UMKM, BPR Syariah BDW Bersama Sekolah Wirausaha Aisyiyah Adakan Sharing Bersama</title>
                    <link>https://ekobiz.mediamu.com/dukung-perkembangan-umkm-bpr-syariah-bdw-bersama-sekolah-wirausaha-aisyiyah-adakan-sharing-bersama</link>
                    <guid>https://ekobiz.mediamu.com/dukung-perkembangan-umkm-bpr-syariah-bdw-bersama-sekolah-wirausaha-aisyiyah-adakan-sharing-bersama</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA - BPR Syariah Bangun Drajat Warga (BDW) laksanakan sharing UMKM bersama Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA) Kota Yogyakarta angkatan 15 di Kantor Pusat BPR Syariah Bangun Drajat Warga (11/10). SWA sendiri merupakan salah satu program unggulan yang diinisiasi oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah yang kemudian diturunkan ke seluruh Pimpinan Daerah Aisyiyah di Indonesia, termasuk Kota Yogyakarta.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYA</strong> - BPR Syariah Bangun Drajat Warga (BDW) laksanakan <em>sharing</em> UMKM bersama Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA) Kota Yogyakarta angkatan 15 di Kantor Pusat BPR Syariah Bangun Drajat Warga (11/10). SWA sendiri merupakan salah satu program unggulan yang diinisiasi oleh Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah yang kemudian diturunkan ke seluruh Pimpinan Daerah Aisyiyah di Indonesia, termasuk Kota Yogyakarta.</p>
<p>SWA diinisiasi sebab adanya keprihatinan MEK PP Aisyiyah pada banyaknya perempuan yang terpaksa bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) sehingga mereka harus meninggalkan keluarga di tanah air. SWA peduli dan paham bahwa apabila suatu keluarga ditinggalkan oleh perempuan yang merupakan tiang utama suatu keluarga, maka dampak yang kurang baik mungkin akan dirasakan pada keluarga utamanya anak.</p>
<p>Hingga tahun 2023 ini, SWA Kota Yogyakarta telah mencetak sejumlah alumni dari sekurang-kurangnya 14 angkatan. Para alumni tersebut diharapkan dapat menjadi perempuan yang berdaya dengan keahlian-keahlian yang dimilikinya. Dalam pelaksanaannya, SWA telah memiliki kurikulum wirausaha tersendiri yang digunakan untuk mementoring para peserta.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/125653f95e42e69a.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="130854" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 30 Oct 2023 11:39:58 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        aisyiyah,
                                                                                                                                                                umkm,
                                                                                                                                                                wirausaha,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                sekolah wirausaha aisyiyah,
                                                                                                                                                                bpr syariah bangun drajat warga,
                                                                                                                                                                bdw                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Akses Pasar Global Membutuhkan Lebih Dari Sekedar Bisnis Konvensional</title>
                    <link>https://ekobiz.mediamu.com/akses-pasar-global-membutuhkan-lebih-dari-sekedar-bisnis-konvensional</link>
                    <guid>https://ekobiz.mediamu.com/akses-pasar-global-membutuhkan-lebih-dari-sekedar-bisnis-konvensional</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA - Potensi di indonesia itu sangat banyak, kalau tidak ada, maka tidak mungkin ada penjajah dan pasar global cenderung menyembunyikan kekayaan alam indonesia, bahkan dari manusia Indonesianya sendiri karena mereka ingin yang terbaik itu tidak banyak diketahui orang. Begitu kata Rika Fatimah, Dosen FEB UGM sekaligus penggagas G2R Tetrapreneur, dalam membuka materinya tentang Pemasaran dan Usaha Berbasis Komunitas. Materi ini Rika sampaikan dalam seminar Lembaga Pengembang (LP) UMKM PWM DIY bertajuk &ldquo;Pentingnya Komunitas untuk UMKM dan Strategi Lolos Kurasi Ekspor&rdquo; (26/10).
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYA - </strong>Potensi di indonesia itu sangat banyak, kalau tidak ada, maka tidak mungkin ada penjajah dan pasar global cenderung menyembunyikan kekayaan alam indonesia, bahkan dari manusia Indonesianya sendiri karena mereka ingin yang terbaik itu tidak banyak diketahui orang. Begitu kata Rika Fatimah, Dosen FEB UGM sekaligus penggagas G2R Tetrapreneur, dalam membuka materinya tentang Pemasaran dan Usaha Berbasis Komunitas. Materi ini Rika sampaikan dalam seminar Lembaga Pengembang (LP) UMKM PWM DIY bertajuk &ldquo;Pentingnya Komunitas untuk UMKM dan Strategi Lolos Kurasi Ekspor&rdquo; (26/10).</p>
<p>Seminar yang berkolaborasi dengan Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu) Regional DIY tersebut dihadiri puluhan peserta binaan dari LP UMKM PWM DIY. Selain Fatimah, ada Ahmad Syauqi Soeratno, Bendahara Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PP Muhammadiyah, yang juga menjadi pemateri. Turut hadir di dalamnya juga Farid Ma&rsquo;ruf, Ketua LP UMKM PWM DIY dan Afnan Hadikusumo, anggota DPD RI Provinsi DIY, yang sekaligus memberi <em>keynote speech</em> dan membuka acara.</p>
<p>Fatimah dalam pemaparannya, menjelaskan bahwa pasar global itu tidak melulu tentang ekspor. Akses ke dalamnya sama sekali tidak membutuhkan para pelaku usaha untuk mengurus dokumen-dokumen ketentuan ekspor setiap negara. Melainkan, katanya, membuat pelaku bisnis di negara lain mendirikan bisnis kita di negara mereka. Hal itu bisa dilakukan jika kita mempunyai value dalam bisnis kita, dan value itu bisa berupa ekosistem.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/115653bceb00d10e.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="107750" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 27 Oct 2023 14:55:02 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        pasar global,
                                                                                                                                                                serikat usaha muhammadiyah,
                                                                                                                                                                ekosistem bisnis,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                bisnis konvensional                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Sosio&amp;Religio&amp;Preneurship Menjadi Penting Dalam Membangun Usaha Berbasis Komunitas Dan Menciptakan Kebermanfaatannya</title>
                    <link>https://ekobiz.mediamu.com/sosio-religio-preneurship-menjadi-penting-dalam-membangun-usaha-berbasis-komunitas-dan-menciptakan-kebermanfaatannya</link>
                    <guid>https://ekobiz.mediamu.com/sosio-religio-preneurship-menjadi-penting-dalam-membangun-usaha-berbasis-komunitas-dan-menciptakan-kebermanfaatannya</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA - Sosio-Religio-Preneurship adalah memastikan nilai-nilai agama yang terkait dengan kesejahteraan sosial itu bisa dijalankan dengan cara berpikir dan mental Enterpreneurship. Begitu kata Ahmad Syauqi Soeratno, Bendahara Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PP Muhammadiyah, dalam membuka materinya tentang Pemasaran dan Usaha Berbasis Komunitas. Materi ini Syauqi sampaikan dalam seminar Lembaga Pengembang (LP) UMKM PWM DIY bertajuk &ldquo;Pentingnya Komunitas untuk UMKM dan Strategi Lolos Kurasi Ekspor&rdquo; (26/10).
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYA - </strong><em>Sosio-Religio-Preneurship</em> adalah memastikan nilai-nilai agama yang terkait dengan kesejahteraan sosial itu bisa dijalankan dengan cara berpikir dan mental <em>Enterpreneurship</em>. Begitu kata Ahmad Syauqi Soeratno, Bendahara Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) PP Muhammadiyah, dalam membuka materinya tentang Pemasaran dan Usaha Berbasis Komunitas. Materi ini Syauqi sampaikan dalam seminar Lembaga Pengembang (LP) UMKM PWM DIY bertajuk &ldquo;Pentingnya Komunitas untuk UMKM dan Strategi Lolos Kurasi Ekspor&rdquo; (26/10).</p>
<p>Seminar yang berkolaborasi dengan Serikat Usaha Muhammadiyah (Sumu) Regional DIY tersebut dihadiri puluhan peserta binaan dari LP UMKM PWM DIY. Selain Syauqi, ada Rika Fatimah, Dosen FEB UGM sekaligus Penggagas G2R Tetrapreneur, yang juga menjadi pemateri. Turut hadir di dalamnya juga Farid Ma&rsquo;ruf, Ketua LP UMKM PWM DIY dan Afnan Hadikusumo, anggota DPD RI Provinsi DIY, yang sekaligus memberi <em>keynote speech</em> dan membuka acara.</p>
<p><em>Sosio-Religio-Preneurship </em>menurut Syauqi amat perlu diterapkan pada usaha berbasis komunitas. Agar kemudian usaha-usaha tersebut tidak slealu terorientasi pada laba berupa uang. Ia mencontohkan dengan kasus bisnis model Multilevel Marketing (MLM), yang menurutnya hanya menekankan uang sebagai prioritas, sedang sisi sosial dan agamanya tidak.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/10/119653bc6a1b0647.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="1989024" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 27 Oct 2023 14:22:37 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        bisnis,
                                                                                                                                                                syauqi soeratno,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                sosio-religio-preneurship,
                                                                                                                                                                usaha berbasis komunitas                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                        </channel>
</rss>